« »

Jumat, 06 Januari 2012

Santika “Srikandi Tarbiyah” DIY Gapai Puncak Lawu

Barisan Putri Keadilan (Santika) baru-baru ini membuat gebrakan dengan aktivitas pendakian yang melibatkan kader-kader tangguhnya menaklukkan alam.Dalam rangka meningkatkan skill kadernya Santika DIY menggelar ekspedisi Gunung Lawu bertajuk “Pendakian Ukhuwah menuju Puncak Kemenangan” pada Sabtu-Ahad, 31 Desember 2011-1 Januari 2012.

Diikuti 13 peserta putri, Santika bertolak dari Cemoro Sewu menuju puncak Lawu. Yel-yel penyemangat tak henti-henti diteriakkan para srikandi ini selama perjalanan untuk saling menyemangati. Hawa dingin yang menusuk sejak dari pos pemberangkatan tak menyurutkan langkah para fighters berbusana rapat ini.Berkat rahmat Allah swt dan berbekal kemauan kuat barisan putri yang dibersamai Pandu Keadilan ini pun berhasil menaklukkan puncak Lawu.
Berangkat pukul setengah 11 malam dengan berjalan semalaman diselingi istirahat-istirahat pendek, Santika mampu mencapai puncak Lawu pada pukul 8 keesokan harinya.
“Benar-benar luar biasa.Inipendakian pertama saya.Sebagai pemula rasanya sangat luar biasa bisa mencapai puncak Lawu,” tutur Fida salah seorang peserta. Rasa syukur mendalam terucap dari segenap rombongan ketika kembali menuruni Lawu dengan sehat dan selamat.
Mengambil jalur berbeda dengan menyusuri arah Cemoro Kandang, Shofiyatiningsih selaku Koordinator Santika Sleman mengatakan bahwa hal ini memang disengaja agar dalam sekali pendakian bisa melalui dua jalur sekaligus.
“Prestasi ini akan memantik pendakian-pendakian berikutnya. Ada banyak gunung di Pulau Jawa dan Indonesia yang memiliki keindahan alam luar biasa.Sekalilagi, ini bagian dari tarbiyah kader-kader Santika,” tegasnya.
Sementara itu Gun selaku yang ditunjuk sebagai pemandu perjalanan menambahkan dalam wejangannya untuk kader Santika bahwa aktivitas pendakian ini bukan sekadar untuk bersenang-senang dan refreshing.
“Jika kita mengenang kisah Sahabiyah Nabi Muhammad, kita akan mendapati seorang Asma’ binti Abu Bakar yang sangat tangguh. Beliau sanggup naik turun gunung demi mengantarkan makanan dan pakaian untuk Rasulullah saw dan ayahandanya, Abu Bakar Assidiq RA. Ini yang menjadi spirit pendakian Santika; menyiapkan diri demi tugas peradaban yang mungkin kedepan membutuhkan banyak energi dan kekuatan,” pungkas
Gun.
Sebuah pemandangan aneh barangkali bagi masyarakat umum menyaksikan para srikandi berjilbab lebar dan ber-rok lebar menapaki jalanan mendaki yang terjal dan penuh tantangan. Namun ini justru menjadi ajang pembuktian bagi Santika bahwa atribut dan pakaian tak bisa menjadi alasan yang menghambat aktivitas pendakian dengan banyak rintangan.Tak ayalsaat bersisipan dengan para pendaki lain yang umumnya laki-laki komentar yang keluar adalah nada kekaguman.
“Salut dengan mbak-mbak itu. Mendaki gunung dengan rok. Apa nggak ribet?” seru mereka.
Santika DIY telah menorehkan prestasinya. Semoga kedepan kian produktif berkontribusi bagi perbaikan bangsa. Salam Dahsyat Putri-Putri Terbaik Bangsa, Salam Srikandi Tarbiyah!
Sumber : http://pk-sejahtera.org/content/santika-srikandi-tarbiyah-diy-gapai-puncak-lawu

1 komentar:

MUSLEHUDIN mengatakan...

MasyAllah,,,! Maju terus SRIKANDI TARBIYAH.

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan