« »

Senin, 26 Desember 2011

Reses GUS PUR

Tadi malam (25/12/2011) PKS Mingggir mendapat kesempatan langka berdiskusi dengan Agus Purnomo, SIP, Aleg DPR RI dari PKS dalam acara Reses beliau. Bertempat di Pandan Resto, Jl. Monjali. Acara sendiri dimulai pukul 18.00 WIB. Setelah sholat maghrib berjamaah langsung dijamu dengan makan malam bersama dengan prasmanan. Setelah acara makan malam, acara selanjutnya adalah mengisi kuesioner pengukuran kinerja Aleg DPRD Kab dan Provinsi. Baru jam 20.00 Gus Pur (Agus Purnomo, red) datang. Gus pur bercerita panjang kali lebar tentang UU penyelenggaraan Pemilu, Kasus-kasus di DPR dan Ibu kota dan permasalahan jamaah dakwah ini. 

Minggu, 25 Desember 2011

Rumaisha Hannah Hibatullah, Kader Baru PKS Minggir

Alhamdulillah, bertambah lagi kader PKS Minggir. Pada Hari jumat, 16 Desember 2011, di RSU Muhammadiyah Jogja, telah lahir Mujahidah dakwah dari pasangan Abu Rumaisaha dan Fahrunnisa. Bayi putri cantik dengan berat 3,67 Kg dan panjang 48 cm itu di beri Nama : Rumaisha Hannah Hibatullah. Rumaisha kata abinya diambil dari Nama Shahabiyyah Rasul, Rumaisha Binti Milhan, atau lebih akrab disebut Ummu Sulaim, wanita mulia, bangsawan, cantik, cerdas, berani dan ahli infaq ini pernah di sabdakan oleh rasul bahwa suara Rumaisha binti Milhan sudah aku dengan di surga, dia juga ummi perawi ribuan hadist Anas Bin Malik serta yg fenomenal mahar pernikahannya dg Abu Tholhah adalah keislamana abu tholhah. Hannah : Kasih Sayang dan Hibatullah : anugrah Allah.
baarakallahulaka fil mauhubi wa syakarta wahiba wabalagha asyuddahu wa ruziqta birrahu... amiin

Selasa, 13 Desember 2011

Saksi PKS Bacakan Surat Pemecatan Yusuf Supendi

Sidang lanjutan perkara gugatan Yusuf Supendi (YS) kepada pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/12)  mendengarkan keterangan dua orang saksi dari PKS. Saksi pertama adalah Muhammad Syauqi,  Sekretaris Dewan Syariah Pusat (DSP) periode 2004-2006, dan Iman Nugraha, Sekretaris Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO).

Jumat, 09 Desember 2011

Bengkok Itulah Kelebihannya



Oleh:Musyaffa Ahmad Rahim, Lc


Suatu hari, ia datang dengan muka marah, dada sempit, seakan isinya terpenuhi oleh bara api dan ia hendak menyemburkannya keluar sekaligus.
Aku katakan kepadanya: “Insya Allah Antum baik-baik saja!”
Ia menjawab: “Kalau saja aku tidak pernah menikah!!! Niscaya hari ini hatiku tenang, jiwaku tenteram dan pikiranku santai … !!!”
“Apa yang membuat pernikahanmu menyusahkanmu?” tanyaku kepadanya pura-pura tidak tahu.
“Siapa lagi kalau bukan si dia, perempuan itu!!!” jawabnya masih dengan nada marah.
“Engkau maksudkan istrimu??!!” komentarku asal-asalan saja.
“Betul sekali” sergahnya.
“Apa lagi yang engkau keluhkan darinya??” komentarku mencoba menyabarkannya.
“Boooanyaaak lah!!!” tanggapannya.
“Maksudmu, yang Antum keluhkan darinya jauh lebih banyak dari yang memuaskan dirimu??” tanyaku masih berlagak bodoh terhadap semua yang telah diungkapkannya.
Ia angguk-anggukkan kepalanya berkali-kali tanda setuju terhadap pernyataanku yang terakhir.
“Barangkali engkau mengeluhkan tentang ketidaktundukannya kepadamu?” pancingku kepadanya.
Ia menatapku dengan cepat dan memandangiku secara mendalam: “tepat sekali” katanya.
“Air matanya langsung bercucuran saat engkau mendebat atau membantahnya??” pancingku lebih lanjut.
Tampak kekagetan pada raut mukanya seraya berkata: “betul, betul sekali” komentarnya setelah itu.
“Ia juga sering membangkang??” selidikku lebih jauh.
Semakin tampak jelas kekagetannya pada bahasa tubuhnya, seraya berkata: “Seakan-akan kamu hidup bersama kami!!!”.
“Perhatiannya kepadamu semakin menurun dan berkurang setelah masa pernikahan berlalu beberapa bulan??” selidikku kayak petugas KPK saja.
“Kamu telah mendengar cerita tentang istriku dari orang lain ya??” pertanyaannya untuk menyembunyikan keheranan dan kekagetannya lebih lanjut.
“Perhatiannya kepadamu semakin parah setelah kalian mempunyai anak??” selidikku lebih lanjut tanpa mempedulikan pertanyaan dia sebelumnya.
“Jadi kamu telah mengetahui segalanya tentang istriku ya??!!!” komentarnya keheranan.
“Tenang dan santai saja saudaraku … dan mari dengarkan penjelasanku!!” pintaku kepadanya.
Tampak rasa marah dan nyeseknya berkurang, dan mulai tergantikan oleh rasa ingin tahu dan karenanya tampak jelas keinginannya untuk menjadi pendengar yang baik. Ia pun berkata: “Silakan berbicara, saya siap menjadi pendengar”.
“Pernahkah engkau membeli alat elektronik? HP, Notebook, dan semacamnya? Dan adakah disertakan bersamanya buku manual penggunaannya?”
“Pernah” jawabnya.
“Bagaimana Antum mempergunakan alat itu? Mestikah sesuai dengan buku manual penggunaannya?”
“Pastilah” jawabnya.
“Bagus, anggaplah Antum baru saja membeli alat elektronik itu, di situ dijelaskan bahwa catu listriknya adalah 110 volt, namun, Antum paksakan dia untuk dicolokkan ke kontak listrik dengan kekuatan 220 volt, apa kira-kira yang akan terjadi??” penjelasanku memberi kuliah teknik elektro.
“Pastilah langsung terbakar” jawabnya singkat.
“Misalnya lagi engkau ditantang untuk balapan motor, motormu 125 cc dengan tulisan di speedometer maksimal 140 km berjam, sedangkan temanmu membawa motor 250 cc dengan tulisan maksimal 260 km berjam pada speedometernya” ceramahku di hadapannya.
“Dijamin kalah lah aku” sergahnya.
“Seandainya Antum memacu gas motor Antum sehingga mentok, akankah motor bisa melaju melebihi angka 140 km berjam??”
“Ya nggak bisa tentunya” jawabnya.
“Kenapa?” tanyaku kepadanya.
“Ya karena dari sononya (pabriknya) memang tidak dimungkinkan untuk melaju di atas 140 km berjam” jawabnya dengan tegas dan lugas.
“Demikianlah ‘pabrikan’-nya perempuan, oleh Allah SWT telah menciptakannya dengan ‘manual’ tertentu yang kita harus ‘menggunakannya’ sesuai dengan ‘manual’ itu” penjelasanku filosofis.
“Maksudmu?” tanyanya.
“Tabiat psikologis perempuan yang engkau keluhkan di awal pembicaraan kita tadi, itulah ‘pabrikan’ perempuan dari sang Penciptanya, kalau saja engkau pahami ‘manual’-nya dengan baik, niscaya engkau tidak akan menuntutnya layaknya dia laki-laki macam kita ini”.
“Manual yang mana yang engkau maksud” tanyanya tampak kebingungan, sebab aku mulai bergaya seorang filosof.
“Bukankah Rasulullah SAW, utusan sang Pencipta telah menjelaskan tentang sebagian dari ‘manual’ itu saat bersabda:
” استوصوا بالنساء خيرا فإن المرأة خلقت من ضلع أعوج وإن أعوج شيء في الضلع أعلاه فإذا ذهبت تقيمُه كسرت ، وإذا تركته لم يزل أعوج ، فاستوصوا بالنساء خيرا ”
Aku wasiatkan kepada kalian agar berbaik-baik kepada kaum perempuan, sebab ia diciptakan dari tulang iga, sedangkan tulang iga yang paling bengkok adalah yang paling atas, oleh karena itu, jika kalian bermaksud membuatnya lurus dan tidak bengkok, niscaya patah lah ia, dan jika engkau membiarkannya begitu saja, niscaya ia akan terus menerus bengkok dan tidak pernah menjadi lurus, oleh karena itu, aku wasiatkan kepada kalian agar berbaik-baik kepada perempuan. (Hadits shahih muttafaqun ‘alaih)
“Bener juga ya!” serunya.
“Jadi, apa yang engkau inginkan dan minta dari istrimu itu mirip dengan engkau meminta motormu untuk melaju dengan kecepatan di atas 140 km berjam, sehingga, walau pun gasnya sudah kamu tarik sekuat-kuatnya, ya tetap saja maksimal motormu melaju pada kecepatan 140 km berjam” kuliahku kepadanya selanjutnya.
“Oooo” gumamnya dan sepertinya dia mulai mengerti isyarat yang saya maksud.
“Dan mari kita dalami lebih lanjut sabda Rasulullah SAW di atas” pintaku kepadanya.
“Dalam hadits tadi Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jika tulang iga yang bengkok itu kita paksakan harus lurus, maka patahlah dia, hal ini mirip dengan alat elektronik 110 volt kita colokkan pada listrik dengan kekuatan 220 volt, kebakarlah dia” demikian bunyi lanjutan wejanganku kepadanya.
Ia berkata: “Tetapi, bukankah penjelasanmu ini mengindikasikan pengecilan dan pengurangan kadar perempuan??!!!”
“Kekurangan di satu sisi dan kelebihan di sisi lain” jawabku singkat.
“Sama dengan lelaki, ia mempunyai kekurangan di satu sisi dan mempunyai kelebihan di sisi yang lainnya” lanjutku menerangkan.
“Menariknya, apa yang kurang pada perempuan itu berbanding lurus dengan kelebihan pada lelaki dan apa yang lebih pada perempuan berbanding lurus dengan kekurangan pada lelaki” aku melanjutkan kuliah “filsafat”-ku kepadanya.
“Mohon maaf, terlalu filosofis penjelasanmu, tolong beri aku ulasan yang mudah” pintanya kepadaku.
“Dalam hadits Rasulullah SAW tadi disinggung tentang sesuatu yang ‘bengkok’ atau tidak tegak lurus. Betul tidak?!” tanyaku meminta penegasan dari dia.
“Tidakkah saat menyusui, posisi seorang ibu dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?! Begitu pula saat ia mengenakan pakaian pada anaknya, tidakkah ia dalam posisi ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?!! Dan tidakkah saat ia mendekap anaknya, seorang ibu dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?!!” demikian retorikaku kepadanya.
“Betul, betul sekali, saya tidak melihat seorang perempuan yang melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti tadi kecuali dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus” jawabnya meng-iya-kan.
“Coba kamu renungkan, tidak ada satu pun kondisi atau posisi seorang ibu saat mengekspresikan rasa rindunya, atau kasih sayangnya, atau belas kasihnya, atau cintanya kepada anaknya kecuali ia dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus!!” pernyataanku mendikte.
“Menariknya lagi, semua kosa kata yang menggambarkan demikian, dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai Rasulullah SAW, semua mempunyai hubungan erat dengan kata ‘bengkok’”.
“Misalnya kata ‘athifah yang berarti simpati, empati, emosi dan kasih sayang. Ia mempunyai hubungan erat dengan makna bengkok, bukankah jalanan yang menikung dalam bahasa Arab disebut thariqun mun’athifun???!!
Dan bukankah kecenderungan atau ketertarikan seseorang kepada sesuatu dalam bahasa Arab disebut mail, sebagaimana firman Allah SWT: fala tamilu kullal mail fatadzaruha kal-mu’allaqah (Q.S. An-Nisa’: 129), dan bukankah mail dalam bahasa Arab artinya adalah miring atau condong, atau bengkok??!!
Dan masih ada beberapa kosa kata lagi yang mempunyai makna bengkok dan sekaligus mempunyai makna sayang atau simpati atau empati dan semacamnya.
Inilah kelebihan perempuan, dengan ‘bengkok’ inilah ia mampu mengekspresikan berbagai rasa sayang, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh lelaki secara sempurna”.
(Dialog antara DR. Muhammad Rasyid Al-‘Uwaid dengan salah seorang lelaki yang mengeluhkan tentang istrinya).


Sumber: Dakwatuna

Perjuangan Bertemu Qiyadah


Oleh : Cahyadi Takariawan
Namanya Agung Nugroho. Seorang aktivis dakwah yang tinggal di Danurejan, Yogyakarta. Dia bukan pengurus teras PKS, dia hanya seorang kader biasa, sama seperti kader lainnya. Namun dia memiliki semangat yang luar biasa besarnya untuk terlibat dalam upaya mencerdaskan masyarakat Indonesia melalui membaca. Sejak tahun 2003 Agung mendirikan Pustaka Keliling Adil, yang dia jalankan sendiri dengan penuh dedikasi.

Khitob Qiyadi (Arahan Pimpinan) Muskernas DIY

KHITOB QIYADI

Taujih Ketua Majelis Syura PKS
Dalam Musyawarah Kerja Nasional I
Yogyakartakarta, 25 Februari 2011

Ikhwan dan Akhwat fillah,
Alhamdulillah pada hari Jum’at yang merupakan sayyidul ayyam, kita mendapatkan kesempatan
dari Allah untuk bisa hadir dalam Mukernas (Musyawarah Kerja Nasional) I yang Alhamdulillah
bi taufiqillah kita selenggarakan di Yogyakarta.

Membangun Soliditas dengan Kader Berkualitas

Oleh : Solikhin Abu Izzuddin
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (q.s. Ash-Shaff: 4)
Dimulai dari kader berkualitas
“Setiap umat memiliki orang kepercayaan. Dan orang kepercayaan umat ini ialah Abu Ubaidah bin Al Jarrah.”
Sebuah soliditas adalah keniscayaan dalam jamaah dakwah. Kita memerlukan energy untuk terus membangkitkan semangat dan menghadirkan sosok-sosok pilihan yang mampu memaknai peran tanpa kehilangan jatidiri sebagai aktifis pergerakan. Kader yang senantiasa tegas dan lantang dalam menyuarakan perubahan demi perubahan. Seperti Abu Ubaidah ibnul Jarrah yang tetap teguh menjaga kepribadian. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda memuji Abu Ubaidah bin Al Jarrah, “Setiap umat memiliki orang kepercayaan. Dan orang kepercayaan umat ini ialah Abu Ubaidah bin Al Jarrah.”

Download FIQIH Sholat Gerhana & TEKS KHUTBAH Sholat Gerhana

Gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala. Shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah. Shalat gerhana disunnahkan dilakukan secara berjamaah dan setelah sholat disunnahkan khutbah. Oleh karena itu bagi umat Islam yang mengetahui dan menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan maka hendaknya melakukan sholat gerhana sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Kamis, 08 Desember 2011

Gerhana Matahari Dan Bulan Dalam Tinjauan Syariat Serta Hukum Dan Cara Shalat Gerhana

Oleh: H. Abdullah Haidir, Lc*
Ketua MPW PKS Arab Saudi

Diberitakan bahwa pada Sabtu petang depan (10 Desember 2011) akan terjadi gerhana bulan total (Di Saudi sekita pukul 17.00, sedangkan di Indonesia antara pukul 18.00 hingga 24.00- Lihat link ini dan link ini). Secara ilmiah proses kejadian alam ini dapat dipelajari dan diketahui. Lalu bagaimana perspektif syariah memandangnya?

Berikut sedikit uraian tentang gerhana matahari atau bulan dalam tinjauan syariat. Semoga bermanfaat.

Selasa, 06 Desember 2011

Keterangan Yusril Sejalan dengan Langkah PKS Memecat Supendi

JAKARTA—Pengacara yang ditunjuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menangani kasus gugatan Yusuf Supendi, Zainuddin Paru mengemukakan, pernyataan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra sama sekali tidak memberatkan kliennya. Bahkan Yusril, dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli memberikan wawasan tentang  kedudukan partai politik dalam  ketatanegaraan.

Yusril dalam kapasitasnya sebagai ahli hukum Tatanegara diajukan Yusuf Supendi sebagai saksi ahli dalam persidangan gugatan yang bersangkutan terhadap PKS. Yusril memberikan kesaksiannya pada persidangan hari Selasa (6/12) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sofyan Evendy, Salah satu Kader Terbaik Minggir Yg DiKirim ke DPP Jakarta

DPD PKS Sleman mengirimkan lima delegasi dalam acara Mukhayam Al Qur’an yang digelar DPP PKS baru-baru ini. Bertempat di Depok, Jawa Barat, mukhayam yang berlangsung selama sepuluh hari sejak Jum’at (2/12) lalu diikuti perwakilan seluruh DPD PKS se-Indonesia. alah satu peserta itu adalah Sofyan Evendy, S.Si, Kader Terbaik Minggir.

Kader Ndableg

Direct Selling (DS) merupakan bahasa yang tidak asing bagi kader PKS. Bahasa modern untuk menyebutkan silaturahim sambil promosi. Di era Pilgub dan akhir tahap I pemenangan pemilu 2009 ini, hampir semua DPD menyelenggarakan DS. Tidak terkecuali DPD PKS Kabupaten Boyolali.

Jadilah Kader Yang Terlatih

Partai Keadilan Sejahtera adalah partai kader. Pimpinan PKS diberbagai level tidak boleh lelah menyiapkan seluruh perangkat-perangkat kaderisasi. Kader-kader PKS harus menjadi kader-kader terlatih agar sanggup menghadapi segala bentuk kompetisi. Hanya kader-kader terlatihlah yang sanggup memikul beban dakwah.
Demikian wejangan (taujih) yang disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminuddin dihadapan fungsionaris Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Bidang Wilayah Dakwah Banten, DKI Jakarta, dan Banten (Wilda Banjabar) belum lama ini di Padepokan Madani, Lembang Bandung.

Senin, 05 Desember 2011

Doa Rabithah: Doa di Sepanjang Mihwar Dakwah

Oleh : Cahyadi Takariawan
Siang tadi (Sabtu 3 Desember 2011), saya mengikuti acara Tatsqif Kader Dakwah di Markaz Dakwah Gambiran, Yogyakarta. Ustadz Tulus Musthafa menyampaikan tausiyah yang sangat mengena. Penjagaan terhadap kader pada era dakwah di ranah publik harus semakin dikuatkan. Sarananya, kata beliau, telah terangkum dalam Doa Rabithah yang rutin kita baca setiap pagi dan petang.

Sembari mengikuti tausiyah beliau, ingatan saya menerawang jauh ke belakang.....

Suatu masa, di era 1980-an.....
Munas I PK DIY, nDalem Mertosanan, Yogyakarta,

PKS Yakin Abraham Samad Mampu Jalankan Tugas Pimpin KPK Lebih Baik

Terpilihnya Abraham Samad sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terlepas dari suara para politisi PKS yang ada di Komisi III. Hal itu dikatakan anggota Komisi III DPR dari F-PKS Bukhori Yusuf saat dihubungi Jurnalparlemen.com, Jumat (2/12).
Menurut Bukhori, Samad merupakan sosok fresh dan memiliki kualitas yang tak diragukan lagi. “Kami yakin dia mampu jalankan tugas,” ujarnya.

Jumat, 02 Desember 2011

Tanah Yang Dijanjikan

“ ketika melihat bayi-bayi tanpa kepala adalah hal yang sangat biasa. Ketika melihat bocah-bocah yang kaki-kaki, dan lengan-lengannya terpisah dari badan adalah hal yang lumrah. bom yang berdentum dan  peluru yang menderu selalu terdengar setiap hari, setiap saat dan setiap waktu. rumah dan sekolah kami yang beretunruntuhan sudah menjadi kebiasaan. Disinilah semua terjadi, disuatu negri yang dinamakan “TANAH YANG DIJANJIKAN”. Suara-suara itu berkisah sendu.

Kamis, 01 Desember 2011

Kemenangan FJP Berpotensi Perkuat Kebangkitan Islam

Meskipun pengumuman resmi pemilu Mesir tahap pertama ditunda hingga Sabtu (3/12), suara Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) sudah terlihat mendominasi. Media-media di Mesir, baik cetak maupun elektronik, hampir seragam menyebut angka 40 persen untuk perolehan suara partai bentukan Ikhwanul Muslimin itu.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan